Bau yang timbul selama pencetakan nilon nilon (seperti PA610, PA612, PA12, PA1010, PA1012) biasanya berasal dari senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dan dapat diatasi melalui beberapa metode. Memilih Resin yang Lebih Murni: Banyak proses polimer menggunakan aditif (misalnya katalis tertentu, pengemulsi, atau stabilisator) yang dapat meninggalkan jejak residu. Residu yang mudah menguap ini adalah sumber utama bau menyengat. Memilih resin nilon yang disintesis dengan sisa monomer minimal atau paket aditif dengan bau rendah adalah solusi paling mendasar. Menggunakan Adsorben: Memasukkan sejumlah kecil adsorben, seperti karbon aktif, ke dalam senyawa polimer bisa efektif. Karbon aktif memiliki luas permukaan yang tinggi dengan banyak pori-pori yang memerangkap dan menahan molekul-molekul volatil penyebab bau, sehingga mencegah pelepasannya selama pemrosesan. Kontrol Ketat terhadap Aditif: Aditif spesifik, seperti beberapa katalis amina tersier yang digunakan dalam proses tambahan, terkenal menyebabkan bau menyengat dan kabut. Memformulasi ulang dengan menggantinya dengan katalis alternatif yang memiliki volatilitas rendah (misalnya, jenis senyawa polihidroksi tertentu) dapat mengurangi bau secara signifikan tanpa mengurangi sifat bahan akhir. Memastikan pengeringan resin nilon secara menyeluruh sebelum pemrosesan juga penting, karena hidrolisis dapat menghasilkan produk sampingan yang berbau.