PA66 (Nilon 66) memiliki titik leleh yang lebih tinggi, biasanya berkisar antara 260°C hingga 265°C, dan suhu transisi gelas (Tg) sekitar 50°C dalam kondisi kering. Kepadatannya berkisar antara 1,13 hingga 1,16 g/cm³.
PA6 (Nilon 6) tampak sebagai partikel putih susu tembus pandang atau buram dengan titik leleh yang lebih rendah, sekitar 220°C. Ia memiliki suhu dekomposisi termal yang tinggi di atas 310°C dan kepadatan relatif sekitar 1,14. Karakteristik utamanya adalah penyerapan air yang lebih tinggi, sekitar 1,8% setelah 24 jam dalam air. Ia menawarkan ketahanan aus yang sangat baik, pelumasan diri, kekuatan mekanik yang tinggi, ketahanan panas yang baik, isolasi listrik, dan ketangguhan suhu rendah yang luar biasa, bersama dengan sifat pemadaman sendiri dan ketahanan kimia yang baik, terutama terhadap minyak.
Perbedaan utama berasal dari struktur molekulnya; PA66 memiliki rantai yang lebih simetris dan kepadatan ikatan hidrogen yang lebih tinggi, yang mengarah pada gaya antarmolekul yang lebih kuat. Hal ini membuat PA66 unggul dalam hal kekuatan mekanik, ketahanan termal, dan kekakuan. Sebaliknya, PA6, dengan struktur yang kurang simetris, menawarkan ketangguhan yang lebih baik, jendela pemrosesan yang lebih luas, dan ketahanan cuaca yang lebih unggul. Namun, PA6 biasanya menyerap kelembaban lebih cepat dan memiliki stabilitas dimensi yang sedikit lebih rendah saat basah. Perbandingan langsung dari sifat-sifat utama menunjukkan: Sifat Mekanik & Termal: PA66 > PA6; Harga & Titik Leleh: PA66 > PA6; Penyerapan Air & Ketahanan Cuaca: PA66 < PA6; Kinerja Pencetakan (kemudahan): PA66 < PA6.